Halaman

Sabtu, 31 Desember 2011

Welcome 2012 :)

Perayaan tahun baru di Solo kali ini beda dari biasanya. Tahun-tahun kemarin malem tahun baru selalu diisi sama konvoi norak, macet, dan puncaknya ya kembang api di Manahan. Tapi sekali lagi Pemkot Solo kembali mengesankan warganya dengan konsep malam tahun baru yang beda, sehat, tapi tetep seru, Car Free Night!

Yup! Sama kaya car free day gitu, cuma pelaksanaannya malem. Akses jalan sepanjang Purwosari-Slamet Riyadi-Gladag ditutup tepat 31 Desember 2011 pukul 21.00 WIB. Rame banget, karena selain banyak masyarakat yang tumpah ruah ke jalan, banyak juga yang fixie-an, nongkrong, atau sekedar duduk diem ngeliatin jalan. Sekedar informasi aja, pemkot menyediakan tujuh panggung sepanjang jalan ini untuk memeriahkan car free night dan menghibur masyarakat Solo pastinya. Dari mulai acara anak muda kaya band-band, keroncong, kasidahan, kirab-kirab, barongsai, dan wayang kulit sebagai penutupnya. Puncak acaranya sendiri yaitu tepat jam 00.00 WIB, ketika Walikota Solo, Joko Widodo menyalakan kembang api pertama yang menandai pergantian tahun.

Warga Solo sangat antusias ketika melihat kembang api mulai menghiasi langit malam  yang sebelumnya diguyur gerimis. Entahlah, semacam rasa kebersamaan yang erat gitu waktu aku ikut membaur ke tengah-tengah mereka. Entah karena ini pertama kalinya aku ikut perayaan tahun baru secara rame-rame gini atau yang lain gak tau juga. Tapi yang pasti melihat kembang api yang begitu indaaahhh bikin aku ngerasa campur aduk. Takjub, seneng, sedih, cemas, sepi, dan sebagainya. Tapi secara keseluruhan, acara car free night tadi malam sukses dan lancar! smoga tahun depan lebih sering lagi kaya gini.

Tapi...perayaan tahun baru kali ini selain beda dari biasanya karena pertama kalinya car free night diadakan di Solo bahkan Indonesia, tahun ini ngerasa beda banget karena aku menghabiskannya dengan sebuah kegiatan yang diselenggarakan sama radio kampus tempatku bernaung, FiestA FM :)

Bermula ketika Jumat kemarin (30/12) dapet jarkom kalo sore ada rapat sama PD. Usut punya usut, ternyata PD fenomenal kita punya usulan untuk siaran secara LIVE pas car free night itu. Kita semua langsung setuju karena ini merupakan gebrakan baru buat FiestA. Selama 12 tahun mengudara, baru kali ini FiestA bakalan on air keluar dari studio kuning kita selama ini.

Mendadak, persiapan cuma sehari, kita mulai menyusun acara dan rencana, konsep, alat-alat, dsb. Halangan dan rintangan sih banyaaakkk, bahkan sampai menit-menit terakhir menjelang on air pun masih aja ada halangan yang bikin kita sempet down dan deg-degan, kira-kira bisa gak ya nih siaran live di jalan gini. But, Thanks God! akhirnya kita bisa siaran juga di car free night semalem! :D Beruntung banget kita dapet tempat di daerah yang rame, banyak orang lalu lalang di depan kita yang penasaran, apaan sih itu ada orang pake baju item2, ada sound system, cuap-cuap di pinggir jalan. Malah ada juga beberapa yang foto di depan banner FiestA..! hahaha, aneh-aneh aja.

Tapi tentunya acara kita juga gak bakal seru kalo gak ada live perform accoustic dari temen-temen Komunitas Fisip UNS (KMF), thankyou :) kerja keras crew FiestA yang capek-capek menyiapkan acara semalem terbayar sudah. Siaran outdoor ternyata seru, asyik, dan banyak tantangan. Semoga bisa menjadi agenda rutin, biar FiestA FM bisa lebih dikenal sama masyarakat, amiinnn...

Terakhir, berbicara tahun baru pasti juga gak lepas dengan yang namanya resolusi atau harapan. Resolusi apa yang pengin dicapai tahun 2012 ini ya? hmm, kalo aku sendiri sih karena udah hampir menginjak semester tua, harapannya kuliah tetep lancar, tahun ini bisa magang di VHR, FiestA makin sukses, makin banyak yang dengerin, makin dikenal sama komunitasnya, dan masih banyak lagi lah pokoknya. Apa yang belum sempet tercapai di tahun 2011 kemarin semoga aja bisa kesampaian di tahun 2012 ini.

HAPPY NEW YEAR ALL...!!!!!
:))))))))


Jumat, 30 Desember 2011

Lil' conversation with my past

A couple days ago, I went to campuss and...accidentally, I met him. Yes, him. The guy whose had been filled my life with a not-happy-ending-love-story.
The situation at that time was so awkward, but we could handled it with very good way.

Started with small conversation about courses we took, about our apprentice next year, that's all. I hope you don't expect anything..you know, more than that, right? :D But the things that just happened made me realized, he had been completely dumped from my mind, and I'm sure he feels the same too.

Like people say, life must go on. and I think my friend @megsafira was true. It's hard, when the people you know become the people you knew. You can act like you don't know him/her, but you can't erased them from your mind and of course, your heart. Because what? it's impossible! Yes you can, if you have such a disease called lost memory or something? :D

The problem is just the time, and how you gonna handle it.

So, ready to face tomorrow?? :)


Senin, 26 Desember 2011

Trip to Toraja Part 1

Well, sebenarnya liburannya ke Toraja udah dari Juli kemarin. Alasannya ngepost di blog ini adalah karena malam ini bener-bener gak ada kerjaan sama sekali. Percaya ato ngga, tapi dua jam ini aku habiskan dengan mantengin laptop, bolak-balik ngecek twitter sama situs korea yang sering aku kunjungi. Berharap ada teaser baru dari EXO K yang bakal di upload sama SM. Sumpah SM itu paling jago bikin penasaran..! Sambil garuk-garuk kepala yang entah karena malam ini panas dan gerah banget sehingga bikin kepala jadi gatel ato emang karena efek dua hari belum keramas, entahlah..hanya saya dan Tuhan yang tahu pasti jawabannya.

Oke..oke, udah out of box. Hampir tiga minggu aku di Toraja. Selain buat mengisi liburan semester genap yang lumayan panjang, juga pengen tau tempat tinggalnya mba Dian disana tu kaya apa. Karena selama ini dia cerita kalo di Toraja itu sepi, jangankan mall, ind*mart ato alf*mart aja gak ada. Masih banyak babi hutan berkeliaran di jalan,  transportasi masih pake kuda, gak ada tv, listrik belum masuk.....Percaya? nggak. Baguslah kalo gitu. Jadi, dengan restu orang tua dan duit akomodasi plus biaya hidup disana yang ditanggung sama mba Dian, dengan bermodalkan badan dan niat baik aku berangkat kesana.

Selasa tepatnya 5 Juli 2011, jam 3 pagi aku sekeluarga udah bangun, bukan buat sahur, tapi buat prepare mau berangkat ke bandara Jogja dan lanjut ke Makassar. Menempuh perjalanan hampir dua jam, akhirnya sampai juga di bandara Hasanuddin jam 9 pagi. Sesampainya disana dijemput sama pacarnya mba Dian dan kita langsung menuju hotel buat istirahat bentar. Sepanjang perjalanan aku bener-bener ngerasa bersyukur banget hidup di Solo. Kenapa? karena sepanas-panasnya Solo ternyata gak sebanding dengan panasnya hatiku liat kamu jalan sama dia  panasnya Makassar. Ditambah mobil yang kita tumpangin itu ACnya mati, jadi terpaksa buka jendela mobil. Tapi malah kita hampir pingsan karena asap kendaraan yang lebih mirip asap kebakaran masuk ke dalam mobil. Setelah perjalanan yang lama karena macet, sampai juga di hotel *fiuuhh..*.

Setelah beristirahat sebentar, mandi kemudian dandan cantik dan pake baju pink *oke yang terakhir gak ada hubungannya*, aku dan rombongan mampir dulu ke sebuah warung makan yang terkenal dengan coto Makassar-nya. Jangan tanya apa nama warungnya karena aku lupa -__-. Setelah kenyang, kita langsung menuju ke Trans Studio Makassar..yuhuuu~ Excited banget karena pertama kalinya kesana, dan udah lama sejak terakhir kali main ke Dufan. Karena pada dasarnya aku suka sama permainan yang memacu adrenalin, kecuali satu: DUNIA LAIN. Please demi apapun, jangan paksa aku buat masuk ke wahana begituan. Aku bisa sebulan gak tidur karena pasti tiap mau tidur kebayang-bayang mulu. Di Trans Studio aku cukup tercengang, ternganga, terpana, terlena, trus mm..ter-apa lagi ya? itulah pokoknya, karena melihat desain interior-nya Trans Studio. Kereeennn...banget! Sebagai sebuah wahana indoor, Trans Studio bener-bener sukses bikin semua orang disana gak berhenti untuk mengabadikan gambar karena saking cantiknya. Jadi modelnya dibikin kaya kota di luar negeri gitu deh.



Sorry kalo gayanya sedikit alay




Ecieee..mba Dian sama calon suami




Puas main-main di Trans Studio dari siang sampe malem, kami melanjutkan perjalanan ke pantai Losari. Disana sempet foto-foto bentar trus juga naik kapal keliling bentar. Berhubung udah malem, jadi gak banyak pemandangan yang bisa dilihat, gelap :(


Abis dari pantai kita meneruskan perjalanan ke Toraja. Fyi, perjalanan darat Makassar-Toraja menghabiskan waktu 8 jam..!!! *bersimpuh di hadapan menteri perhubungan biar dibuatin bandara*. Jalan yang ditempuh juga "enak" banget, saking enaknya sampe bikin perut enek dan mual setengah mati. Ada yang pernah ke Tawangmangu, Karanganyar (Jawa Tengah)?? begitulah kira-kira jalannya, tapi tujuh kali lebih parah. Jalannya berliku-liku, menanjak, dan kanan kirinya jurang, horror abis -,- Jadi Toraja kalo diibaratkan seperti mangkuk, kotanya ada di dasar mangkuk, dan kalo mau kesana harus muter gitu, penuh dengan bukit tapi serius, indah banget pemandangan alamnya. Kaya New Zealand gitu dari jauh, hihi lebay.

Keren kan

Singkatnya, setelah berjam-jam perut seperti diaduk pake mixer, sampai juga ke Toraja. Mungkin sekitar jam 6 pagi sampe ke kostnya mba Dian yang bener-bener bikin saya mikir, ternyata mba Dian gak berubah, tetep berantakan. Berhubung aku orangnya sedikit ahli dalam hal merapikan rumah, akhirnya dengan sedikit sentuhan tangan dinginku kamar mba Dian jadi agak sedikit (udah agak, sedikit lagi) rapi.

Before

After

Hari pertama di Toraja, mba Dian ngajakin aku ke nikahan temennya yang gak jauh dari kost. Yah, jadi ngerti lah adat nikahannya orang Toraja itu kaya gimana. Dan yang menarik adalah ada dua tempat makanan. Di meja deketku tulisannya "muslim" dan meja satunya enggak. Syukurlah, biar gak salah ambil bakso babi ntar :') Abis itu aku diajak temennya mba Dian ke Londa, yaitu gua tempat pemakaman khas orang Toraja. Pasti tau dong, atau paling gak pernah liat di tv. Jadi semacam goa tempat untuk menguburkan jenazah di Toraja sana. Pertama menginjakkan kaki di Londa memang agak serem yee, abis dari luar gua aja udah banyak banget tengkorak manusia berserakan gitu aja. Tapi karena ini mungkin pengalaman sekali seumur hidup, akhirnya aku masuk ditemani sama seorang pemandu gitu.

Dari kejauhan tidak ada yang aneh dari tempat ini. Masih wajar..
Semakin dekat, nampak bentuk rumah khas Toraja dan peti mati
Masih di luar gua, masih bisa senyum senang
Mau masuk gua. "Selamat datang.."
Menurut pak pemandu, ini masih satu keluarga
*speechles*
"Romeo & Juliet"nya Toraja. Karena masih ada hubungan darah, hubungan mereka tidak direstui dan akhirnya bunuh diri bareng :'(
Percayalah, itu senyum palsu
Gua semakin penuh dan gak cukup untuk menampung peti-peti ini

Jenazah para bangsawan di tempatkan di atas, dan dibikin patung

Begitulah kira-kira Londa. Cuma sebentar karena mba Dian harus balik ke kantor, lagian siapa juga yang betah lama-lama disana -__-. Sorenya aku diajak mba Dian sama temen-temennya disana untuk keluar jalan-jalan sebentar. Jalan-jalan yang dimaksud adalah dalam arti yang sebenarnya, jalan kaki. Cuma puter-puter di sekitar kolam yang kalo di Solo sejenis "Manahan" gitu, tempat anak muda mangkal (radio bet).



Jauh-jauh ke Toraja untuk makan batagor. Ki-Ka: Mba rahma, mba anjar, aku, mba rina
Selama disana, mba Dian ngajakin aku ke tempat-tempat wisata yang kebanyakan berbau tengorak manusia. Bener kata mba Rina, ke Toraja itu cuma wisata mayat isinya, heddeh..Baru percaya ketika beberapa hari kemudian diajak ke Kete Kesu Disana bisa lihat rumah khas Toraja yang disebut Tongkonan dan of course, tulang belulang manusia.



Tanduk kerbau berjejer di salah satu rumah adat. Semakin banyak tanduknya, menandakan semakin kaya atau tinggi kedudukannya orang tersebut.


Mulai terbiasa dengan hal-hal semacam ini..Btw, kulitku keliatan banget belangnya, padahal baru seminggu di Toraja

Nggak sadar kalo udah jam setengah dua pagi. Padahal tadi nulis masih inget banget sekitar jam 10an malem, dan cerita perjalanan ke Toraja belum selesai. Makanya aku tambahin judulnya "Part 1", karena apa?? yap benar sekali, ada "part 2"nya *kres..kres..garing*. Jadi dengan tidak mengurangi rasa hormat, postingannya berhenti sampai disini dulu. Nanggung sih emang, ibarat BAB yang mulesnya udah sampai ubun-ubun tapi gak tuntas. Kalo udah kaya gitu, sebaiknya banyak minum air putih minimal delapan gelas sehari dan banyak makan sayur atau buah. Oke, semakin gak lucu.

Selamat malem, eh pagi! dan semoga nanti jurnalistik kosong. Sampai jumpa di postingan berikutnya, Bye!

Sabtu, 24 Desember 2011

Menuju Penghujung Tahun

Wohooo~
Aku balik lagi ngeblog setelah sekian lamaaaa *bersihin jaring laba-laba* hehe. Bukan apa2 sih, tapi karena kuliah, tugas, dan beberapa aktivitas lain berhasil menyitaku buat berpaling sejenak dari blog #tssaaah..
Anyway, karena saking banyaknya yang mau diceritain sampe bingung harus mulai dari mana dan cerita apa, bukan karena menarik, tapi karena ceritanya so-so alias begitu2 aja makanya bingung :p tapi tapi...SELAMAT HARI IBU dulu buat mama Kurniaty Effendi :* yang tak lain dan tak bukan adalah mama saya #yakaleee. Dan tahun ini, saya mencoba sedikit mellow romantis gitu dengan ngasih mama coklat sama kartu ucapan, tentu aja duit buat beli jelas dari bapak..haha. Tapi yang penting niat donggg.
Coklat pemberian saya buat mama, cantiks kaan kaya yang ngasih
Kartu ucapan yang sangat sederhana -__-

Tapi walaupun cuma ngasih coklat aja, mama udah seneng bangettt :D yah walaupun pake embel2, "Kenapa coklat? kok gak duit aja." Tapi senyum bahagia mama sangat memuaskan hati :)
Okay, balik lagi ke cerita sehari-hari yang tentunya sangat menarik untuk disimak. Minggu kemarin, aku reuni kecil2an sama sahabat2 yang udah deket sejak SMP dan Alhamdulillah masih langgeng sampe sekarang. Dan yang norak dan bikin aku sadar kalo aku dulu juga mengalami masa alay adalah, pas SMP kita bikin genk, huahaha ;D masih inget banget, nama Genk-nya "CERIWIS", lupa apa maknanya tapi yang pasti itu singkatan dari nama kita berempat. Dan yang gak kalah kerennya adalah, kita punya satu binder yang di dalemnya berisi curhatan dan puisi cinta kita buat kakak kelas SMP yang kita taksir, hihi. Pernah waktu itu pas lagi pelajaran apa gitu ya *lupa*, kita asik cekakak-cekikik membahas isi di binder yang kita anggap "My Precious One" kala itu, daaannn ada guru yang mergoki kita dan akhirnya bindernya di sita..! aku ulang biar lebih dramatis, DI SITA..!!! Jelas aja kita gondok dan malu banget dong. Ya iyalah, itu sama aja membuka rahasia kita ke guru itu, apalagi itu guru yang paling kita gak seneng! mampus lah kita berempat, di depan kelas dia baca binder kita sambil senyum2 gaje sok gitu. Terus kita mencoba untuk minta binder itu lagi tapi gak dikasih. Katanya mau disita beberapa hari. Ah, alesan bilang aja mau baca sampe selesai! kesel banget kita waktu itu, tapi mau gimana lagi. Waktu itu kita cuma sejumput anak SMP imut dan baik yang takut banget sama guru *baca: cemen*.
Terus pas reuni kemarin juga jadi ajang buat curhat soal love life dan masalah percintaan mereka sama pacar. Tunggu, mereka? bukan kita? yess, karena sampe sekarang saya masih single..*nangis di pelukan Onew*. Terus mendadak mereka juga membahas tentang rencana yang dibikin pas jaman SMP dulu, sebuah rencana yang bikin saya tambah nyesek, pilek, dan blengek. Kira-kira begini bunyi perjanjiannya,

"Besok kalo kita berempat udah punya pacar semua, kita double date yuukk! ngajak pacar masing-masing terus jalan bareng."


Tau artinya dong, mereka bertiga udah punya pacar semua kecuali aku. Dan itu secara gak langsung mereka "menekan" biar aku cepet dapet pacar. Bener-bener dehhh -__- dan mereka bilang, "mumpung mau liburan kuliah kan bisa main2", yang saya artikan menjadi liburan kuliah ini saya harus udah dapet pacar. Buseettt, hallooo cari pacar gak segampang cari maicih cyiiiinn..Di tengah rasa depresi dan kegalauan akut yang menyerang mendadak, sahabatku bilang, "Kamu tu gampang dapet pacar, kamunya aja yang pemilih!". Yaah, emang sih aku akuin aku sedikit selektif, protektif, pasif, progresif, provokatif *okay, abaikan dua kata terakhir* dalam milih cowok. Bukannya mau sok perfect dan sok kecakepan jadi orang, tapi sejujurnya aku udah males banget pacaran kaya ABG begitu, penginnya yang serius, kalo bisa dijodohin sama ortu juga gpp, asal calonnya kaya Siwon. Alasan kedua buat menjomblo adalah karena belum menemukan orang yang tepat atau orang yang belum sesuai sama yang saya harapkan mungkin? ya begitu deh pokoknya. Selalu gitu, yang deketin gak sesuai harapan, dan yang saya harapkan ternyata udah punya pacar. Sampe lama-lama saya jadi capek, dan yang deketin saya mungkin juga pada capek dengan sendirinya sampe akhirnya mundur teratur. Pada akhirnya saya memilih tetep terus gini aja sambil menikmati kesendirian dengan have fun sama temen2, berorganisasi, melakukan hal yang saya suka, kesana kemari sendiri, belajar independen, dan menyelesaikan semua sendiri tanpa bantuan orang yang disebut "pacar".

Jadi kalo ada yang bilang jomblo itu pilihan, aku setuju banget. Karena aku sendiri yang memilih untuk begini. Kalo aku mau mungkin aku udah gonta-ganti pacar berkali-kali #songong, tapi karena belum ada yang tepat akhirnya tetap single sampe sekarang. Semalem ada teman yang nge-tweet, ada tiga jenis makhluk di dunia ini: ADAM, HAWA, dan JOMBLO. Dan saya mulai curiga karena saya mungkin akan tergabung dalam pilihan terakhir, jangan sampee berlarut terlalu lama deh. Yang penting saya bahagia dan tidak menyusahkan orang lain, itu intinya *padahal aslinya iri sama temen yang punya pacar*, hwehe.

Segitu dulu deh cerita gak pentingnya, smoga bisa menjadi pembelaan kepada para jomblowan dan jomblowati di luar sana. Terakhir, karena udah hampir penghujung tahun, saya mengucapkan selamat tahun baru dan bahagia selalu yaa..! Tetap sehat, tetap semangat, dan selamat liburan ! :D