Halaman

Senin, 31 Oktober 2011

Biasanya kita panggil dia, Ayah...

Di tengah malam begini, saat mata udah mulai memaksa untuk segera dipejamkan, aku kepikiran bikin postingan tentang seorang laki-laki yang biasa kita panggil dengan sebutan ayah..

Aku biasa memanggil beliau Bapak. Usianya sudah tidak muda lagi, berbagai penyakit mulai singgah ke tubuh bapak, sampai memaksanya harus pensiun lebih awal. Penyakit diabetes yang sudah berpuluh-puluh tahun diderita bapak, sampai mengalami puncaknya pada awal tahun lalu. Bapak opname di RS, sampai masuk ICU. Sebuah peristiwa yang "menampar" aku akan rasa sakitnya kalau kita sampai kehilangan orang yang sangat kita cintai...

Bapak waktu opname di RS

Bersyukur...Allah masih memberi kesembuhan pada bapak, walaupun bukan kesembuhan yang sepenuhnya. Bapak masih rawat jalan, sebulan ke tiga dokter spesialis yang berbeda, dan setiap hari harus menelan puluhan butir obat, suntik insulin, hemapo, cek gula darah dsb.

Aku merasa salut banget sama bapak, karena dia masih ada semangat untuk bertahan. Sempat beliau ingin menyerah dengan gak mau minum obat maupun periksa. Tapi seorang wanita luar biasa berhasil menyemangatinya untuk senantiasa berjuang dan tidak menyerah, dialah mama :)

Pernah waktu dulu kondisi bapak sempet drop, beliau bilang masih pengen banget ngeliat aku wisuda, ngeliat mba Dian nikah, bisa nimang cucu..dan saat itu aku berusaha untuk nahan tangis yang luar biasa bikin mata jadi berat. Sekali kedip aja udah langsung netes. Apalagi mama, beliau adalah tipe orang yang sama sekali gak bisa menunjukkan perasaannya secara langsung. Tapi aku tahu, ketika mama pura-pura ke kamar mandi atau pura-pura ambil sesuatu di dapur, dan beliau kembali dengan mata yang sedikit merah,  atau sengaja mematikan lampu saat tidur hanya supaya kita gak tahu, kalo mama sama-sama sedihnya dengan kita.

Kembali lagi ke sosok bapak. Di balik semua sifatnya yang pemarah, keras kepala, dan manja, beliau adalah sosok yang sangat bijaksana dan lembut banget. Bertolak belakang dengan mama, bapak seringkali menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya ke kami secara langsung. Beliau gak segan untuk memeluk dan mencium kening atau rambut anaknya.

Aku gak perlu seorang ayah yang serba bisa, super kaya, tampan, atau apapun itu. Aku merasa sangat bersykur mempunyai seorang ayah seperti "bapak". Seseorang yang gak bosan-bosannya bilang "Ati-ati ya cah ayu.." setiap aku mau berangkat kemanapun. Seorang ayah yang tiap malam selalu menanyakan, "tugasmu banyak to nduk?". atau terbangun di tengah malam, kemudian melihatku masih sibuk berkutat dengan tugas, beliau menghampiri dan bilang, "Bobok nduk, udah malem. besok masuk pagi." atau bapak yang selalu menanyakan "sudah makan belum?" setiap aku pulang kampus. Jujur, gak bakal cukup ditulis disini kalo mengingat hal-hal kecil yang bapak lakukan tiap hari, yang kadang justru gak kita sadari.

Akhir-akhir ini ngerasa bersalah banget sama bapak. Setelah bapak pensiun, otomatis hanya di rumah. Beliau juga gak bisa terlalu banyak keluar karena kesehatannya belum stabil. Mama kerja dari pagi sampai sore. Di rumah cuma ada pembantu yang tentunya sibuk ngurusin rumah. Aku, kuliah dari pagi sampai sore. Belum lagi malemnya ada les atau siaran. Selepas itupun aku langsung kembali menyalakan laptop dan lanjutin tugas-tugasku. Quality time sama bapak bener-bener sangat kurang, dan aku merasa sangat bersalah dan berdosa untuk itu...

Udah beberapa hari ini sakit bapak sering kambuh-kambuh lagi. Sebagai anak ngerasa sangat useless banget gak bisa full jagain bapak. Semoga bapak bisa cepet sembuh dan ceria seperti sedia kala. Karena menurutku, gak ada yang lebih membahagiakan selain bisa melihat bapak sama mama tersenyum bahagia.

:)  

Take care of your parents, take care of your family, friends, and take care of the people around you.

Minggu, 30 Oktober 2011

When I Think of Love, I Just Think of You

Think of Love

Sometimes i wanna give u all the love that i have
coz when u smile, it seems all problems are vanished to the sky
oh i was thinking
why i need u more, why i need more.
Sometimes i wanna give u all the time that i have
coz when u die my world come tumbling down in front of me
oh i was thinking why i need u more each day

When i think of love, I just think of u
I said i want u..i want u to be my wife.
When i think of love. I just think of u.
I said i want u..i want u to be..my..wife

Sometimes i wanna give u all the love that i have
coz u ain’t say nothing, when i wanna share my life with u
oh i was thinking, why I need you more
Would u marry me?

When i think of love. I just think of u.
I said i want u..i want u to be my wife
When i think of love. I just think of u.
I said i want u..i want u to be my wife
...

By: Risin Black Hole

Oh My God..!!! terenyuh sekaligus terharu waktu denger lagu ini. Liriknya........gak nahan!
Mungkin bagi cowok lirik ini biasa aja kali ya, but not for me (maklum, tipe cewek menye-menye)
But, seriously this song makes me happy and hopeful at the same time!
Ngebayangin aja suatu saat dilamar pake lagu ini, kekeke :D

Kalo ada yang belum pernah denger lagu ini bisa kunjungi website mereka di sini dan bersiap-siap mendengarkan lagu-lagu bergenre Acoustic / Nu-Jazz / Pop mereka.
oh iya, pertama dengerin mereka aku kirain band dari luar, ternyata asli lokal tangerang cyiinnn.. hehe
Sukses terus buat Risin Black Hole!

Rabu, 26 Oktober 2011

Ketika kamu ngerasa sedih...nangis boleh?

Gak tau kenapa hari ini rasanya gak karu-karuan. Mungkin efek dari bejibunnya tugas dan jam tidur yang gak teratur sampe ke hati. Ngerasa terbebani banget sama tugas-tugas, rasa jengkel sama diri sendiri, kangen sama mba Dian, rasa takut terhadap masa depan..

Bakal jadi orang yang seperti apa ya aku nanti? kerja dimana? apakah aku bisa dapet kerja yang mapan sama kaya mba Dian? yang paling penting, apakah aku bisa bikin ayah sama mama bangga? apa aku bisa bikin mereka bahagia?

Selama ini, aku cuma sekedar menjalani aja apa yang ada di depan. Aku kesel sama diri sendiri, karena aku adalah tipe orang yang gak bisa tegas dalam nentuin langkah apa selanjutnya. Aku gak cukup berani untuk ambil resiko. Aku masih selalu ada di zona nyaman. Mencoba keluar, tapi takut...

Semua pikiran-pikiran buruk dan pesimis itu malam ini numpuk jadi satu. Ditambah beban tugas dan seabrek aktivitas kampus lain yang bikin dada rasanya jadi sesek. Kalo udah kaya gini, kalo udah gak kuat dan gak tau mesti cerita sama siapa...nangis boleh?

Minggu, 09 Oktober 2011

Mom & Dad, I'm Sorry.. :(

I'm 20 years old now, and I haven't Cup, medals, or something that can makes my parents proud of me :( I never won anything, I've only got the first ranking in my elementary school, once or twice maybe, I forgot.

I don't know, that silly little things like this can annoyed me so much. I feel very guilty to them..They don't force me to win something, or told me to do a contest or something like that. They're just give me the best that they could give to me. Just like that, letting me do what I wanna do, as long as it positive and good to me.

Me & My mom


Me & my dad. People said that I looked very similar with him. What do you think?


Mom & Dad, I'm sorry. I've become a spoiled and stubborn daughter to you :( But, I love you and I don't want to dissappointing you. Really..

Just wait, until I become a success and happy daughter that can makes you happy and take care of you until the end of my life.



Your lovely daughter,
Dwiy

Jumat, 07 Oktober 2011

I'm falling in love...with radio

Yup! with radio. Bukan dengan seorang cowok, not yet..hehe. Udah lama sih kenal sama dunia radio, tapi cuma sebatas pendengar setia aja. Sampai akhirnya awal kuliah memutuskan untuk bergabung dengan sebuah radio kampus, yang terus berlanjut sampai sekarang.



Entah kenapa, tapi ada semacam kecanduan di dalamnya. Apalagi siaran, satu hal yang gak pernah nyangka bakal bisa aku lakuin, to be an anouncer! Dan di radio ini juga aku dapet banyak hal. Selain ilmu tentang penyiaran tentunya, aku dapet pelajaran tentang hidup yang seolah-olah 'menampar' dan nyadarin, "Heh, kalo lo mau hidup di dunia ini,  belajarlah untuk berkembang dan keluar dari box nyaman lo!" Klasik emang yah, tapi buat aku itu bener-bener 'sesuatu' banget. Karena selama ini aku emang selalu hidup di dunia yang aman, nyaman, dan tentram-tentram aja.

Terus, apa yang bisa di ambil dari postingan ini? Take a step forward and move on! Karena pada dasarnya hal yang menghambat jalan kita untuk maju adalah rasa takut. Kalo berani ambil tantangan, itu langkah awal yang bagus menurutku. Susah ya emang, aku sendiri meng'iya'kan dan masih dalam proses untuk itu. Tapi kalo nggak mencoba dari sekarang, kapan lagi? ya nggak? :)